Apa jadinya jika seorang sahabat tidak menerima curahan hati yang ingin diutarakan? Apa jadinya jika kerabat tercinta tidak mau mengerti dengan jalan hidup yang kita pilih? Dan bagaimana rasanya jika wanita yang kita harapkan untuk mangarungi samudera kehidupan tidak menghormati atas apa yang telah kita korbankan? Jika hal itu terjadi pada diriku, tiada kata lain bahwa "AKU YANG TAK DIANGGAP".
Mengutip nyanyian "dunia panggung sandiwara" ada benarnya: Tidak semua planing hidup bisa mendapatkan suport dari para sahabat. Tidak semua prinsip bisa direstui kerabat terdekat. Dan tidak semua pengorbanan bisa diterima oleh orang-orang terdekat. Karena tidak semua keinginan mereka mampu kita wujudkan.
Intinya tidak semua niat baik bisa dianggap baik oleh orang lain. Loyalitas tidak cukup menggambarkan arti sebuah persahabatan. Komunikasi tidak cukup untuk menggambarkan kecintaan terhadap kerabat. Dan pengorbanan tidak dihargai jika keinginan orang terkasih tidak mampu terujudkan. Orang bilang "tidak ada masalah yang tak bisa terselesaikan" aku sangat menyetujui ungkapan itu, dan bukan berarti aku berputus asa jika belum sanggup untuk mencari jalan keluarnya. Bagiku hidup tak ubahnya bagaikan menelan air laut, harap dahaga hilang, yang terjadi malah sebaliknya, kering dan semakin haus.
Intinya tidak semua niat baik bisa dianggap baik oleh orang lain. Loyalitas tidak cukup menggambarkan arti sebuah persahabatan. Komunikasi tidak cukup untuk menggambarkan kecintaan terhadap kerabat. Dan pengorbanan tidak dihargai jika keinginan orang terkasih tidak mampu terujudkan. Orang bilang "tidak ada masalah yang tak bisa terselesaikan" aku sangat menyetujui ungkapan itu, dan bukan berarti aku berputus asa jika belum sanggup untuk mencari jalan keluarnya. Bagiku hidup tak ubahnya bagaikan menelan air laut, harap dahaga hilang, yang terjadi malah sebaliknya, kering dan semakin haus.
Bagai air di daun keladi, inilah realita hati manusia yang tidak memiliki ketulusan dalam pikiran. Sewaktu-waktu kita jadi pujian, ada kalanya kita diabaikan. Komunikasi interpesonal dan silaturahhmi tidak cukup jika tidak disertakan dengan pemberian kita. So... Hidup adalah perjalanan, tujuan yang sesungguhnya adalah hubungan kita dengan Tuhan, Karena Tuhan tidak pernah salah menilai hambanya. Manusia? ( jika prinsip yang kita jalani masih dalam kodrat Tuhan, persilakan manusia menilai). Toh.. kita tidak akan mati jika tidak dicinta.
Doni Romiza