Senin, 24 Desember 2012

Apakah Aku Anak Jalanan ?



Ricky Yupandi 


Ketika motorku melaju kencang, aku teringat akan pesan orang bijak, “Hidupkan imajinasi anda, bukan sejarah hidup anda”. Aku justru senang mendengar ketika orang mengatakan aku tidak bisa melakukan sesuatu, karena di sepanjang hidupku  orang mengatakan aku tidak akan berhasil.

Hidup ini penuh tanjakan dan turunan, hidup ini penuh cinta dan kebencian, hidup ini penuh puja dan hinaan. Sulit membedakan antara jalanan dan pengabdi bangsa.

Anak jalanan bukanlah penantang hujan, pengabdian untuk bangsa bukanlah menggapai matahari. Tapi, bila kegagalan itu bagaikan hujan, dan keberhasilan itu bagaikan matahari, maka butuh keduanya untuk melihat pelangi. Manusia adalah mahkluk satu-satunya yang mampu menebang pohon, mengolahnya menjadi lembaran kertas, melukiskannya arti perjuangan. Jalanan adalah inspirasi sebuah kehidupan, bukan tempat hura-hura berujung petaka. Jika kita tidak mampu menjadi pelita yang menerangi malam, maka jadilah kunang-kunang yang menghiasi malam.

Tak  ada yang salah dengan motorku  melaju kencang di jalanan, karena memang itu adalah tempatnya. Tak ada yang salah dengan pendapat orang- orang tentang diriku, karena mereka berhak punya opini. Dan tak ada yang salah dengan prinsip hidup yang kuyakini, karena manusia berhak untuk memilih. "Yang salah adalah, ketika aku mati tetapi tidak mampu membawa apa-apa disisa hidup".

Anak jalanan juga manusia: punya hati, punya cinta, punya aspirasi, punya karya, punya imajinasi dan punya segalanya demi bangsa.


Jalanan adalah inspirasiku, Pengabdian untuk bangsa adalah kewajibanku, dan tak satupun manusia sanggup memisahkan. So,, Apakah Aku Anak Jalanan?



Ricky Yupandi

Salam Kompak
Ricky Yupandi

Editor: Doni Romiza

Bagikan