![]() |
| Ricky Yupandi |
Ketika motorku melaju kencang, aku teringat akan pesan orang
bijak, “Hidupkan imajinasi anda, bukan sejarah hidup anda”. Aku justru senang
mendengar ketika orang mengatakan aku tidak bisa melakukan sesuatu, karena di sepanjang
hidupku orang mengatakan aku tidak akan
berhasil.
Hidup ini penuh tanjakan dan turunan, hidup ini penuh cinta dan kebencian, hidup ini penuh puja dan hinaan. Sulit membedakan antara jalanan dan pengabdi bangsa.
Anak jalanan bukanlah penantang hujan, pengabdian untuk
bangsa bukanlah menggapai matahari. Tapi, bila kegagalan itu bagaikan hujan,
dan keberhasilan itu bagaikan matahari, maka butuh keduanya untuk melihat
pelangi. Manusia adalah mahkluk satu-satunya yang mampu menebang pohon,
mengolahnya menjadi lembaran kertas, melukiskannya arti perjuangan. Jalanan
adalah inspirasi sebuah kehidupan, bukan tempat hura-hura berujung petaka. Jika
kita tidak mampu menjadi pelita yang menerangi malam, maka jadilah kunang-kunang
yang menghiasi malam.
Tak ada yang salah
dengan motorku melaju kencang di
jalanan, karena memang itu adalah tempatnya. Tak ada yang salah dengan pendapat
orang- orang tentang diriku, karena mereka berhak punya opini. Dan tak ada yang
salah dengan prinsip hidup yang kuyakini, karena manusia berhak untuk memilih.
"Yang salah adalah, ketika aku mati tetapi tidak mampu membawa apa-apa
disisa hidup".
Anak jalanan juga manusia: punya hati, punya cinta, punya
aspirasi, punya karya, punya imajinasi dan punya segalanya demi bangsa.
Jalanan adalah inspirasiku, Pengabdian untuk bangsa adalah
kewajibanku, dan tak satupun manusia sanggup memisahkan. So,, Apakah Aku Anak
Jalanan?
![]() |
| Ricky Yupandi |



