![]() |
| Doni Romiza |
Air mata
wanita adalah senjata yang membuahkan kemenangan, bimbang itu kian sirna ketika
ragaku mampu bengabdi. Kecantikan paras wajahmu terpancarkan oleh keelokan
budi dan Keridhoan-Nya.
Perkawinan kita
merupakan persatuan dua Keilahian. Berharap yang ketiga lahir ke dunia. Itulah
persatuan jiwa dalam kekuatan cinta, hingga melebur arti perpisahan. Itulah
persatuan yang lebih luhur, yang mempersenyawakan dua jiwa yang berbeda. Itulah
cincin emas yang berwujudkan rantai, dengan pangkal berupa kilauan dan ujung
berupa keabadian. Itulah hujan murni
yang jatuh dari langit kudus, guna
menyuburkan dan memberkahi ladang- ladang Ilahi.
Tidaklah
rasa, jiwa dan raga diciptakan rabb semesta, kecuali untuk tunduk kepadaNya.
Jika surga memiliki kunci untuk membuka pintunya, mungkin pernikahan adalah
satu jalan untuk menujunya. Dan biarkan semua mengalir seperti air yang memberi
kesejukan, atau udara yang menerbangkan lara. Dan biarkan tumbuh seperti benih
yang bersemai. Dan mekar seperti bunga dijambangan. Sebab, mengenalmu adalah sebuah peristiwa
alami, bukan rekayasa cinta misteri.
Aku tak
menemukan alasan untuk berhenti mencintaimu, aku selalu merasa kau adalah
hadiah terindah, tempatku untuk menyandarkan segala beban hidup, menceritakan
segala perih, tempatku untuk mengabdikan cinta, cinta yang menerima aku apa
adanya.
Semoga Allah
menghimpun yang terserak dari kedua raga kita. Belajar untuk mencari jati diri
yang sesungguhnya, berjalan menuju tujuan hidup yang sebenarnya, karena
Pernikahan itu adalah sunnah rasul kita,

