Sabtu, 26 Januari 2013

Sandro S--Menjadi tua itu sebuah kemestian. Tapi menjadi pribadi matang dan dewasa memerlukan perjuangan.

Kedewasaan adalah kemampuan untuk mengendalikan amarah,
Menyelesaikan perbedaan-perbedaan tanpa kekerasan atau perusakan.

Kedewasaan adalah kesabaran,
Kemauan untuk melewatkan kesenangan pribadi yang mendukung langsung dari keuntungan jangka panjang.

Banyak orang mengartikan Kedewasaan itu adalah mengetahui mana yang baik, mana yang buruk, tidak egois, tidak mencampurkan masalah pribadi ke dalam suatu organisasi, dan tidak pula mencampurkan masalah - masalah yang ada.
Dan Kedewasaan juga harus mengerti sebelum di mengerti.



Seorang nenek tua lebih memilih tuk tersenyum, hanya karena tak ingin menjelaskan mengapa dia bersedih. berjuta masalah dan beban hidup ia coba pecahkan sendiri meski tak ada lagi keluarga terdekat yang membantu. hari-harinya bekerja hanya sebagai penjual daun pisang, hasilnya tak akan mampu untuk merobah nasib selain untuk makan, ketika butuh uang lebih untuk kesehatan apa yang mestinya dilakukan nenek tua?, sementara uang dari hasil menjual daun tidak bisa diharap lebih. apakah nenek harus mengeluh? atau memohon kepada Tuhan agar segera diakhiri hidupnya dialam fana ini? atau mungkin saja melibatkan orang lain untuk membantu kehidupannya?. jika nenek tua masih bisa berpikir jernih, apapun masalahnya, ia akan tetap berusaha dan berserah diri kepada Tuhan, dan tidak akan merasa su'uzan dengan tetangga yang tidak mau peduli, karena dia yakin akan ada orang yang punya hati yang mengerti sesamanya.

Peluh yang menetes dari seorang anak laki-laki berumur 8 tahun tak hentinya membasahi badannya, karena sadar bahwa ibunya sudah janda dan butuh makan untuk kelangsungan hidup. sang anak yatim terkadang lebih memilih bolos sekolah karena yang ada dalam pikirannya adalah mencari uang untuk membantu sang ibu. Siyatim selalu mendapat hukuman dan ceramah kasar dari guru disekolah, tapi siYatim tidak pernah mengeluhkan hal itu, karena hati jernihnya mengatakan" bahwa semua itu sudah menjadi kewajiban sang guru".


Marc & Angel (2007) mengemukakan bahwa kedewasaan seseorang bukanlah terletak pada ukuran usianya, tetapi justru pada sejauh mana tingkat kematangan emosional yang dimilikinya. Berikut ini pemikirannya tentang ciri-ciri atau karakteristik kedewasaan seseorang yang sesungguhnya dilihat dari kematangan emosionalnya.
Tumbuhnya kesadaran bahwa kematangan bukanlah suatu keadaan tetapi merupakan sebuah proses berkelanjutan dan secara terus menerus berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan diri.

dari cerita diatas, karakter dewasa ditimbulkan oleh pengalaman atau jalan hidup. tapi secara umun, kedewasaan bisa diukur dari berbagai macam sudut pandang:

  1. Memiliki kemampuan mengelola diri dari perasaan cemburu dan iri hati.
  2. Memiliki kemampuan untuk mendengarkan dan mengevaluasi dari sudut pandang orang lain.
  3. Memiliki kemampuan memelihara kesabaran dan fleksibilitas dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Memiliki kemampuan menerima fakta bahwa seseorang tidak selamanya dapat menjadi pemenang dan mau belajar dari berbagai kesalahan dan kekeliruan atas berbagai hasil yang telah dicapai.
  5. Tidak berusaha menganalisis secara berlebihan atas hasil-hasil negatif yang diperolehnya, tetapi justru dapat memandangnya sebagai hal yang positif tentang keberadaan dirinya.
  6. Memiliki kemampuan membedakan antara pengambilan keputusan rasional dengan dorongan emosionalnya (emotional impulse).
  7. Memahami bahwa tidak akan ada kecakapan atau kemampuan tanpa adanya tindakan persiapan.
  8. Memiliki kemampuan mengelola kesabaran dan kemarahan.
  9. Memiliki kemampuan menjaga perasaan orang lain dalam benaknya dan berusaha membatasi sikap egois.
  10. Memiliki kemampuan membedakan antara kebutuhan (needs) dengan keinginan (wants).
  11. Memiliki kemampuan menampilkan keyakinan diri tanpa menunjukkan sikap arogan (sombong).
  12. Memiliki kemampuan mengatasi setiap tekanan (pressure) dengan penuh kesabaran.
  13. Berusaha memperoleh kepemilikan (ownership) dan bertanggungjawab atas setiap tindakan pribadi.
  14. Mengelola ketakutan diri (manages personal fears)
  15. Dapat melihat berbagai “bayangan abu-abu” diantara ekstrem hitam dan putih dalam setiap situasi.
  16. Memiliki kemampuan menerima umpan balik negatif sebagai alat untuk perbaikan diri.
  17. Memiliki kesadaran akan ketidakamanan diri dan harga diri.
  18. Memiliki kemampuan memisahkan perasaan cinta dengan berahi sesaat.
  19. Memahami bahwa komunikasi terbuka adalah kunci kemajuan


 http://adhietdoank.wordpress.com/2011/04/11/arti-kedewasaan-yg-sebenarnya/
 http://www.wonosari.com/t9599-definisi-kedewasaan
 https://www.facebook.com/sandro.salbyyakub?fref=ts