Tak lagi kumampu berimajinasi. Sudah banyak kata-kata maaf tertuang dalam lembaran
kertas putih. Aku tak lagi menjadi diriku sendiri, karena tertekan dengan
keadaan. Aku benci dengan “kegagalan, sial”, maupun “sia-sia”.
Ingin kubawa
bidadariku pergi jauh. Ingat akan tangisnya saat bersedih, ingat akan cerianya
di saat senang, ingat masa-masa dia memanggil namaku. Namun tiada kekuatan untuk mempertahankan sesuatu yang seharusnya
mampu untuk kujaga.
Sulit bagiku
menerima kenyataan hidup. Terkadang aku berpikir, ‘Dunia ini benar-benar tak adil untukku.’ Hati luluhlantak
menerima keputusan yang seharusnya tidak terjadi. Kujalani kesendirian di sisa waktu. Lengkap sudah air mata tumpah mewarnai kehidupan. Aku menyesali kebodohan yang
membuat aku sadar, ketika cintaku telah pergi berlalu.
Doni Romiza
Doni Romiza
