Jumat, 29 Maret 2013

Lulus SUPM, anda mau kemana ?


(Zainal)
Memilih pekerjaan memang bukan perkara mudah. Menurut pendapat saya, memilih pekerjaan adalah sebagian dari perencanaan karir yang harus dipersiapkan sejak dini, paling tidak sejak Semester 2 SUPM ? Mengapa, sebab ketika Semester 2 SUPM, menurut sistem pendidikan di Indonesia, siswa tingkat Sekolah Menengah Atas sudah harus memilih apakah akan meneruskan ke jenjang kuliah atau bekerja . Ketika memilih jenjang Kuliah, siswa akan dihadapkan dengan pilihan jurusan yang sama, tapi ketika memilih bekerja siswa dihadapkan dengan wawasan yang monoton.

Terlihat semakin rumit dan membuat galau apabila memikirkan pekerjaan atau kuliah yang akan diambil. Karena harus memikir masa depan dengan tantangan yang semakin luas, pada tahap pemilihan keputusan, seringkali banyak siswa, termasuk saya, yang galau, gelisah dan bingung keputusan apa yang dipilih. Melalui tulisan ini, saya ingin berbagi tips-tips berdasarkan pengalaman-pengalaman yang saya alami serta kisah beberapa teman yang saya miliki dalam memilih keputusan.

Ada beberapa prinsip yang akan saya coba bagikan ketika akan memilih tujuan yang tepat. Jangan sampai ikut-ikutan dengan langkah yang pernah diambil senior.semakin banyak senior yang tua,mesti semakin menambah analisa kita apakah mereka sukses bekerja sebagai pelaut dihari tua atau makmur dengan pilihan melanjutkan kuliah dulunya. 

Memang garis tangan sudah diatur Tuhan, tapi jangan jadikan ungkapan itu membuat kita malas berpikir. Jika masih bisa berpikir untuk memilih langkah yang tepat, pikirkanlah dengan matang, karena kesuksesan tidak dinilai dari apa yang kita kerjakan sekarang, melainkan apa yang akan kita simpulkan untuk masa yang akan datang. 


Berdoa - Awal dan niat yang baik akan lebih dipermudah ketika dimulai dengan berdoa. Oleh sebab itu, jauh-jauh hari sebelum mengambil keputusan, sebaiknya tekun berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing agar diberi ilham, petunjuk, inspirasi dan dipermudah rencana-rencana karir dan hidup yang ingin dicapai.

Kenali diri, kenali minat dan bakat sendiri - Masa sekolah adalah masa yang “rawan” sebab pada masa ini para siswa mencari-cari identitas, termasuk minat dan bakat mereka. Pengaruh lingkungan, misalnya pergaulan teman, begitu mudah diterima. Oleh sebab itu, sebelum memilih bekerja atau kuliah, kenali minat dan bakat jurusan yang akan dituju, sebab bakat yangkita miliki akan membantu mengembangkan potensi yang dimiliki. Tiap orang dibekali dan dikaruniai talenta, bakat dan kemampuan yang bisa dikembangkan dan dibanggakan. Kenali dan gali potensi itu. Jangan sampai karena ikut-ikutan teman atau senior, maka jadi salah dalam ambil keputusan

Konsultasi dengan institusi yang relevan - Berkaitan dengan pengenalan minat dan bakat itu, institusi keluarga dan pendidikan memiliki peran yang penting dalam menyediakan informasi yang handal dan menyediakan ruang konsultasi dan diskusi. Seringkali kesalahan memilih langkah karena kekurangan dan ketiadaan informasi yang handal bagi para siswa sehingga akhirnya mereka ikut-ikutan pilihan teman sepermainan. Oleh sebab itu, sebaiknya sebelum menentukan pilihan, konsultasikan dengan keluarga mengenai cita-cita dan pilihan hidup. Dalam kasus saya, karena orang tua tidak memiliki informasi yang relevan, saya menceritakan rencana-rencana yang akan dijalani dan meminta doa restu orang tua. Juga dengan pihak sekolah, dalam hal ini bisa ke Bimbingan Penyuluhan/Bimbingan Konseling atau ke wali kelas. Jika sudah mengetahui minat  yang dituju, pelajari dan pahami pelajaran-pelajaran yang akan diperdalam.

Percaya diri - Karena pengaruh lingkungan yang kuat, para siswa biasanya gampang terpengaruh, bahkan ketika telah memilih jurusan yang hendak diikuti. Akibatnya mereka bisa merubah keputusan yang dipilihnya atau ikut-ikutan teman. Oleh sebab itu, setelah mempunyai keyakinan akan minat  yang dipilih, yakin dan mantapkan hati bahwa pilihan itu adalah yang terbaik dan sesuai dengan perencanaan karir yang dipilih. Misalkan, jika ada seseorang yang memiliki pelaut di bidang pengembangan potensi ilmu pelayaran dan memilih untuk berlayar, pasti akan ada banyak orang yang bertanya, mau jadi apa? Prospek pekerjaannya apa? Gajinya berapa?dan masa depannya seperti apa?apakah anda akan jadi kapten?
Pertanyaan-pertanyaan di atas memang masuk akal dan mungkin bisa menggoyahkan kepercayaan diri. Namun, prinsip fokus pada bidang yang ditekuni dan hasil penelitian investasikan 10.000 jam supaya bisa jadi ahli dan pakar dalam bidang yang kita geluti, barangkali bisa menjadi salah satu solusi. Jika kita menginvestasikan waktu kita untuk fokus pada pekerjaan dan kita akhirnya menjadi ahli, maka dengan sendirinya, kepakaran kita akan diburu dan dicari orang.Maka apabila kita fokus dan sungguh-sungguh bekerja dan belajar pada bidang itu hingga jadi seorang ahli, maka keahlian kita akan dicari banyak orang. Kesuksesan dan uang akan menyusul dengan sendirinya. Jadi, mantapkan hati dan percaya diri.


Nah, jika anda memilih kuliah
Cari kampus yang pilihan jurusannya ada - Jika sudah mantap dan percaya diri memilih jurusan yang dituju, cari kampus dan fakultas yang menyediakan program yang dituju. Hubungi pihak sekolah, buka website kampus atau meminta brosur fakultas yang bersangkutan untuk mengetahui program-program perkuliahan termasuk matakuliah dan kurikulum yang diajarkan. Pelajari kurikulum tersebut apakah sesuai dengan kebutuhan dan minat bidang pendidikan yang ingin diambil, termasuk akreditasi lembaga, profil alumni dan lulusan, biaya kuliah, lingkungan kampus, profil dosen dan pengajar serta fasilitas yang dimiliki kampus.

Perbanyak networking dan koneksi - Dengan era Internet sekarang, menjalin jejaring dan mencari koneksi menjadi lebih mudah dan sangat penting. Berkaitan dengan pemilihan jurusan, cari dan dekati orang-orang yang memiliki minat yang sama dan pernah berkuliah pada bidang tersebut. Selain mendapatkan informasi juga akan mendapat kesempatan koneksi orang-orang yang bekerja pada bidang yang sama sehingga akan membuka peluang untuk berkarir setelah kuliah selesai.

Kunjungi pameran pendidikan - Pada beberapa kesempatan, seringkali sekolah atau institusi pendidikan tertentu mengadakan pameran pendidikan. Banyak perguruan tinggi yang membuka pameran di sana dan membuka ruang konsultasi. Tidak salahnya mengunjungi pameran tersebut untuk berkonsultasi langsung dengan pihak kampus dan mungkin ada informasi beasiswa dari kampus atau sumber lain yang bisa dimanfaatkan untuk kuliah.

karir siswa sejak dini. Kegalauan memilih jurusan banyak terjadi karena tidak disiapkan sejak dini dan menunda-nunda merencanakannya. Jadi ketika tiba harus memilih jurusan kuliah, kegalauan dan kebingungan muncul.

Oleh sebab itu, perlu disiapkan sejak dini. Jangan sampai menyesal karena tidak merasa menikmati dengan jurusan yang diambil. Banyak kasus salah mengambil jurusan dan akhirnya menyesal. Atau ada juga yang karena keinginan orang tua akhirnya harus berkuliah yang tidak sesuai dengan minatnya. Jangan samppai juga menyesal karena memilih jurusan setelah ikut-ikutan dengan teman-teman dekat atau pacar. Mungkin awalnya bisa memotivasi, tetapi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (putus di tengah jalan misalnya) malahan akan menghancurkan masa depan sendiri.

Terakhir dan sangat penting adalah selalu berdoa dan berkonsultasi dengan orang tua. Diskusikan dengan orang tua mengenai rencana-rencana karir dan kuliah, sebab menyangkut pendanaan kuliah yang relatif besar, apalagi kalau harus kuliah di luar kota. Jika orang tua setuju, maka pergunakan kesempatan belajar tersebut sebaik-baiknya. Jika orang tua keberatan dalam dana, seperti kasus saya, diskusikan secara sungguh-sungguh dan upayakan untuk meyakinkan akan mendapat pendanaan tambahan melalui kerja sampingan atau melamar beasiswa. Jika orang tua sama sekali tidak sanggup, percayalah bahwa mimpi Anda hanya tertunda dan terpenting jangan menyerah. Jalan keluar pasti ada selama yakin dan terus berusaha. 

Jadikan potensi dan minat anda kesuksesan anda” tidak harus kuliah dokter gigi jadi dokter gigi bisa saja jadi pebisnis ( Khairul Tanjung) karena beliau punya potensi dibidang itu, jd apakah Lulus SUPM harus jadi pelaut? Silakan tanya pada POTENSI ANDA?