![]() |
| (Zainal) |
Memilih pekerjaan
memang bukan perkara mudah. Menurut pendapat saya, memilih pekerjaan adalah
sebagian dari perencanaan karir yang harus dipersiapkan sejak dini, paling
tidak sejak Semester 2 SUPM ? Mengapa, sebab ketika Semester 2 SUPM, menurut
sistem pendidikan di Indonesia, siswa tingkat Sekolah Menengah Atas sudah harus
memilih apakah akan meneruskan ke jenjang kuliah atau bekerja . Ketika memilih
jenjang Kuliah, siswa akan dihadapkan dengan pilihan jurusan yang sama, tapi
ketika memilih bekerja siswa dihadapkan dengan wawasan yang monoton.
Terlihat semakin
rumit dan membuat galau apabila memikirkan pekerjaan atau kuliah yang akan
diambil. Karena harus memikir masa depan dengan tantangan yang semakin luas, pada
tahap pemilihan keputusan, seringkali banyak siswa, termasuk saya, yang galau,
gelisah dan bingung keputusan apa yang dipilih. Melalui tulisan ini, saya ingin
berbagi tips-tips berdasarkan pengalaman-pengalaman yang saya alami serta kisah
beberapa teman yang saya miliki dalam memilih keputusan.
Ada beberapa prinsip
yang akan saya coba bagikan ketika akan memilih tujuan yang tepat. Jangan sampai
ikut-ikutan dengan langkah yang pernah diambil senior.semakin banyak senior
yang tua,mesti semakin menambah analisa kita apakah mereka sukses bekerja
sebagai pelaut dihari tua atau makmur dengan pilihan melanjutkan kuliah
dulunya.
Memang garis tangan sudah diatur Tuhan, tapi jangan jadikan ungkapan itu membuat kita malas berpikir. Jika masih bisa
berpikir untuk memilih langkah yang tepat, pikirkanlah dengan matang, karena
kesuksesan tidak dinilai dari apa yang kita kerjakan sekarang, melainkan apa
yang akan kita simpulkan untuk masa yang akan datang.
Berdoa - Awal
dan niat yang baik akan lebih dipermudah ketika dimulai dengan berdoa. Oleh
sebab itu, jauh-jauh hari sebelum mengambil keputusan, sebaiknya tekun berdoa
sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing agar diberi ilham, petunjuk,
inspirasi dan dipermudah rencana-rencana karir dan hidup yang ingin dicapai.
Kenali diri,
kenali minat dan bakat sendiri - Masa sekolah adalah masa yang “rawan”
sebab pada masa ini para siswa mencari-cari identitas, termasuk minat dan bakat
mereka. Pengaruh lingkungan, misalnya pergaulan teman, begitu mudah diterima.
Oleh sebab itu, sebelum memilih bekerja atau kuliah, kenali minat dan bakat
jurusan yang akan dituju, sebab bakat yangkita miliki akan membantu
mengembangkan potensi yang dimiliki. Tiap orang dibekali dan dikaruniai talenta,
bakat dan kemampuan yang bisa dikembangkan dan dibanggakan. Kenali dan gali
potensi itu. Jangan sampai karena ikut-ikutan teman atau senior, maka jadi
salah dalam ambil keputusan
Konsultasi
dengan institusi yang relevan - Berkaitan dengan pengenalan minat dan
bakat itu, institusi keluarga dan pendidikan memiliki peran yang penting dalam
menyediakan informasi yang handal dan menyediakan ruang konsultasi dan diskusi.
Seringkali kesalahan memilih langkah karena kekurangan dan ketiadaan informasi
yang handal bagi para siswa sehingga akhirnya mereka ikut-ikutan pilihan teman
sepermainan. Oleh sebab itu, sebaiknya sebelum menentukan pilihan,
konsultasikan dengan keluarga mengenai cita-cita dan pilihan hidup. Dalam kasus
saya, karena orang tua tidak memiliki informasi yang relevan, saya menceritakan
rencana-rencana yang akan dijalani dan meminta doa restu orang tua. Juga dengan
pihak sekolah, dalam hal ini bisa ke Bimbingan Penyuluhan/Bimbingan Konseling
atau ke wali kelas. Jika sudah mengetahui minat yang dituju, pelajari dan pahami
pelajaran-pelajaran yang akan diperdalam.
Percaya diri
- Karena pengaruh lingkungan yang kuat, para siswa biasanya gampang
terpengaruh, bahkan ketika telah memilih jurusan yang hendak diikuti. Akibatnya
mereka bisa merubah keputusan yang dipilihnya atau ikut-ikutan teman. Oleh
sebab itu, setelah mempunyai keyakinan akan minat yang dipilih, yakin dan mantapkan hati bahwa
pilihan itu adalah yang terbaik dan sesuai dengan perencanaan karir yang
dipilih. Misalkan, jika ada seseorang yang memiliki pelaut di bidang
pengembangan potensi ilmu pelayaran dan memilih untuk berlayar, pasti akan ada
banyak orang yang bertanya, mau jadi apa? Prospek pekerjaannya apa? Gajinya
berapa?dan masa depannya seperti apa?apakah anda akan jadi kapten?
Pertanyaan-pertanyaan
di atas memang masuk akal dan mungkin bisa menggoyahkan kepercayaan diri.
Namun, prinsip fokus pada bidang yang ditekuni dan hasil penelitian
investasikan 10.000 jam supaya bisa jadi ahli dan pakar dalam bidang yang kita
geluti, barangkali bisa menjadi salah satu solusi. Jika kita menginvestasikan
waktu kita untuk fokus pada pekerjaan dan kita akhirnya menjadi ahli, maka
dengan sendirinya, kepakaran kita akan diburu dan dicari orang.Maka apabila
kita fokus dan sungguh-sungguh bekerja dan belajar pada bidang itu hingga jadi
seorang ahli, maka keahlian kita akan dicari banyak orang. Kesuksesan dan uang
akan menyusul dengan sendirinya. Jadi, mantapkan hati dan percaya diri.
Nah, jika anda
memilih kuliah
Cari kampus
yang pilihan jurusannya ada - Jika sudah mantap dan percaya diri
memilih jurusan yang dituju, cari kampus dan fakultas yang menyediakan program
yang dituju. Hubungi pihak sekolah, buka website kampus atau meminta brosur
fakultas yang bersangkutan untuk mengetahui program-program perkuliahan
termasuk matakuliah dan kurikulum yang diajarkan. Pelajari kurikulum tersebut
apakah sesuai dengan kebutuhan dan minat bidang pendidikan yang ingin diambil,
termasuk akreditasi
lembaga, profil alumni dan lulusan, biaya kuliah, lingkungan kampus, profil
dosen dan pengajar serta fasilitas yang dimiliki kampus.
Perbanyak
networking dan koneksi - Dengan era Internet sekarang, menjalin
jejaring dan mencari koneksi menjadi lebih mudah dan sangat penting. Berkaitan
dengan pemilihan jurusan, cari dan dekati orang-orang yang memiliki minat yang
sama dan pernah berkuliah pada bidang tersebut. Selain mendapatkan informasi
juga akan mendapat kesempatan koneksi orang-orang yang bekerja pada bidang yang
sama sehingga akan membuka peluang untuk berkarir setelah kuliah selesai.
Kunjungi
pameran pendidikan - Pada beberapa kesempatan, seringkali sekolah atau
institusi pendidikan tertentu mengadakan pameran pendidikan. Banyak perguruan
tinggi yang membuka pameran di sana dan membuka ruang konsultasi. Tidak
salahnya mengunjungi pameran tersebut untuk berkonsultasi langsung dengan pihak
kampus dan mungkin ada informasi beasiswa dari kampus atau sumber lain yang
bisa dimanfaatkan untuk kuliah.
karir siswa sejak
dini. Kegalauan memilih jurusan banyak terjadi karena tidak disiapkan sejak
dini dan menunda-nunda merencanakannya. Jadi ketika tiba harus memilih jurusan
kuliah, kegalauan dan kebingungan muncul.
Oleh sebab itu,
perlu disiapkan sejak dini. Jangan sampai menyesal karena tidak merasa
menikmati dengan jurusan yang diambil. Banyak kasus salah mengambil jurusan dan
akhirnya menyesal. Atau ada juga yang karena keinginan orang tua akhirnya harus
berkuliah yang tidak sesuai dengan minatnya. Jangan samppai juga menyesal
karena memilih jurusan setelah ikut-ikutan dengan teman-teman dekat atau pacar.
Mungkin awalnya bisa memotivasi, tetapi jika terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan (putus di tengah jalan misalnya) malahan akan menghancurkan masa
depan sendiri.
Terakhir dan sangat
penting adalah selalu berdoa dan berkonsultasi dengan orang tua. Diskusikan dengan
orang tua mengenai rencana-rencana karir dan kuliah, sebab menyangkut pendanaan
kuliah yang relatif besar, apalagi kalau harus kuliah di luar kota. Jika orang
tua setuju, maka pergunakan kesempatan belajar tersebut sebaik-baiknya. Jika
orang tua keberatan dalam dana, seperti kasus saya, diskusikan secara
sungguh-sungguh dan upayakan untuk meyakinkan akan mendapat pendanaan tambahan
melalui kerja sampingan atau melamar beasiswa. Jika orang tua sama sekali tidak
sanggup, percayalah bahwa mimpi Anda hanya tertunda dan terpenting jangan
menyerah. Jalan keluar pasti ada selama yakin dan terus berusaha.
Jadikan potensi dan
minat anda kesuksesan anda” tidak harus kuliah dokter gigi jadi dokter gigi
bisa saja jadi pebisnis ( Khairul Tanjung) karena beliau punya potensi dibidang
itu, jd apakah Lulus SUPM harus jadi pelaut? Silakan tanya pada POTENSI ANDA?
