Sering aku
bertanya sendiri, 'Apa sesungguhnya arti ucapan selamat ulang tahun?'
Sebelum
pukul 12 malam kemarin, aku coba bertafakur, merenungkan, karena seumur-umur
aku tidak pernah merasakan bagaimana meriahnya sebuah pesta ulang tahun? Dan
Bagaimana rasanya meniup lilin yang dikelilingi orang-orang tercinta?
Aku hanya
seorang pria yang dibesarkan di sebuah desa terpencil. Desa yang penuh dengan
hijau hamparan sawah. Desa yang tidak masuk dalam daftar peta dunia (Kubu Anau,
Agam- Sumatera Barat).
Kecerian
masa kecil anak-anak kota, adalah bermain dengan keluarga ke tempat hiburan.
Sementara keceriaan masa kecilku hanya mandi bersama-sama teman di tepi sungai
Batang Agam, sambil menunggu senja tiba untuk kembali membawa sapi-sapi
gembalaanku pulang ke kandangnya.
Dari masa
itu sampai sekarang, aku tidak pernah mengerti apa istimewanya pesta ulang
tahun?
Garis tangan
telah membawaku merantau ke Jakarta. Coba membangkitkan batang yang sudah lama
terendam. Dari tukang cuci piring di rumah makan Padang, tertatih-tatih melamar
kerjaan dengan motor butut pinjaman saudara, hingga bisa jadi Manager di salah
satu perusahaan swasta.
Dari tak
mengerti dunia bisnis sampai jatuh bangun dibidang itu. Dari mengenal
orang-orang yang hidup di bawah jembatan, hingga bersahabat dengan orang-orang
elit di gedung mencakar langit. Dan kembali lagi terombang ambing dengan pasang
surut kehidupan.
Tapi tetap
saja aku tidak mengerti, “apa istimewanya ucapan selamat ulang tahun?”
Saat
renunganku terisi dengan bermacam pertanyaan, Bino, kucing peliaraanku tidur di
pelukannku. Sepertinya dia mau mengucapkan sesuatu untukku. Menyusul tepat jam
12 malam salah satu teman di akun facebookku, Sakti Siwa mengirim stiker HAPPY
BIRTHDAY ke inbox.
Lalu aku
tertidur, terbangun, kulihat Nia Corby menulis “Selamat Ulang Tahun, Bang”
Dan aku
mencatat ucapan selamat dari teman-teman yang lain:
Atmoro
Atmoro , “Otanjoubi Omedetou gozaimasu.”
Ratna
PermataSari, “Selamat Ulang tahun, Sensei. Semoga panjang umur, Barokah,
sukses, dan cepat merid."
Linda Happy
Angrieni, “HBD ya Doni. Panjang umur dan sehat selalu. Semoga sukses selalu dan
rezeki semakin dilancarkan, jodoh cepat dipertemukan. AMIN.”
Herman Cie
Unyiel, "Doni Romiza# selamat ulang tahun. Semoga panjang umur dan diberi
kekuatan iman dan takwa."
Airin Rinda
Deswita, seorang teman yang ngakunya imoet-imoet, “Eiiitss ada yang berulang
tahun ni, ya? Selamat berkurang lagi umurnya Pak Doni, hihihi.”
Tak lupa
ucapan selamat dari orang yang sangat aku cintai SMP, “Selamat ulang tahun,
Uda. Apapun yang terjadi, semoga harapan dan impian kita dikabulkan oleh Allah.
Amin.
Tak
biasanya, Mak dari kampung menelponku pagi-pagi, ‘Yung, apa kabar, Nak? Kenapa
ya… Mak jadi rindu sama kamu hari ini. Kamu kapan pulang, Nak?”
Di sana aku
meneteskan air mata. Walau Mak tidak mengucapkan selamat ulang tahun, walau Mak
juga tidak mengerti apa itu pesta ulang tahun? Tapi aku merasakan kontak bathin
seorang Ibu yang tidak bisa dipisahkan dari anaknya. Kontak Bathin telah
mengingatkan seorang Ibu yang telah melahirkan aku di hari ini, “10 NOVEMBER.”
Insya Allah,
aku akan pulang, Mak.
Terima kasih
buat teman-teman yang selalu perhatian kepadaku. Semoga Tuhan senantiasa
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kalian semua. AMIN