Minggu, 03 Februari 2013

Salahkah Jika Sebagian Besar Gajiku, Disimpan Istri?

Jakarta--4 Februari 2013


Asep Satria Yuda (SUPM Ank 14) & Istri
Menabung merupakan aktifitas yang terkadang sulit kita lakukan. Karena setiap orang akan berbeda-beda biaya kebutuhan sehari-harinya. Terkadang, penghasilan yang diperoleh pun, tidak mencukupi kebutuhannya selama sebulan. Hingga pada akhirnya besar pasak daripada tiang.aku bekerja sebagai pegawai negeri sipil dimana berapa jumlah gajiku bukan lah hal yang bisa menjadi rahasia lagi. Tapi setelah aku mengerti bagaimana ketatnya persaingan hidup, aku mempunyai solusi dalam setiap masalah financialku. Aku banyak belajar dari artikel-artikel yang menyangkut masalah keuangan, dan hal yang lebih penting belajar dari orang-orang yang sudah faham masalah keuangan, termasuk masalah keuangan dalam berumah tangga. Mungkin banyak orang akan beranggapan sebuah kesalahan besar jika menyerahkan sebahagian besar atau seluruh gajiku kepada istri tiap bulan. Tapi tidak sedikit juga orang-orang yang mendukungku setelah mereka tau bahwa semua yang aku lakukan berorentasi pada planing masa lalu dan berorientasi pada masa yang akan datang.


aku masih ingat ketika aku sebelum menikah, banyak hal yang menjadi catatanku, dan itulah hal yang sudah aku planingkan dimasa lalu:


1. Membentuk anggaran pengeluaran bulanan Ku


Pembentukan anggaran pengeluaran bulanan ku akan sangat membantu ku memberikan guidance ke pos-pos apa saja yang sebenarnya lebih aku butuhkan dalam waktu sebulan. Skala prioritas menjadi landasan utama dalam memanage keuanganku sehingga  aku dapat mulai melakukan kebiasaan menabung.Dan sebagian dana tabungan ini aku sisihkan untuk dana rarurat dan investasi nantinya.



2. memastikan cashflow ku dalam keadaan positif

 
Ketika cashflow dalam keadaan positif ini dapat memberikan gambaran berapa sih sisa penghasilan yang aku peroleh setiap bulannya.

3. Menentukan tujuannya untuk apa?

 
Penentuan tujuan menabung ku dapat memberikan motivasi ku lebih tinggi untuk disiplin dalam menabung. Misalnya,aku ingin menikah 4 tahun lagi. Biaya menikah sekarang 50 juta. Nah aku akan termotivasi untuk mencapai tujuan keuangan yang aku telah tetapkan jangka waktunya.

dan aku tidak berpikiran hanya menabung saja. Karena nilai uang ril saat ini lebih berharga daripada esok hari. Kondisi tersebut terjadi karena nilai uang yang akan datang akan tergerus oleh inflasi. Nah aku berpikir lebih baik, pola menabung tersebut kuubah menjadi kebiasaaan berinvestasi untuk mengalahkan nilai inflasi yang dapat mengerus kekuatan ril uang yang aku peroleh selama ini.


Kembali ke masalah di atas, mengapa seluruh gajiku untuk istriku? Setiap orang mempunyai jumlah tabungan dan investasi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan mereka. Literatur di luar negeri mengatakan minimum tabungan & investasi adalah 10% dari jumlah penghasilan. 

Sayangnya di Indonesia jumlah tersebut tidak cukup dikarena rata-rata inflasi 15 tahun terakhir yang cukup tinggi. Oleh sebab itu, idealnya minimum disisiihkan (tabungan & investasi) adalah 15% dari penghasilan. Adapun jumlah maksimal tidak ada alias sebanyak-banyaknya. Sudah barang tentu investasi jauh lebih baik dari menabung karena bisa “menambah” aset kita.


Nah, apa yang sudah aku canangkan dimasa lalu (ketika belum berkeluarga) sudah aku persiapkan dengan matang. Bahwa aku akan menyerahkan seluruh gajiku kepada istri dengan catatan:

  • Tabunganku sudah cukup
  • Dana darurat sudah aku persiapkan
  • Kebutuhan keluarga sudah aku penuhi, dan
  • Menyiapkan dana nganggur untuk memilih investasi yang sehat

Karena semua hal diatas bisa aku susun dengan baik dimasa lalu, sekarang setelah  menikah, rasanya tidak salah jika seluruh gaji bulanan aku serahkan kepada Istri. aku bekerja sebagai PNS lapangan, sudah barang tentu jika aku juga terima uang transport jika dinas keluar daerah, dari uang itulah aku memenuhi kebutuhan pribadiku, dan jika ada hal lain yang membutuhkan uang lebih, aku tinggal tarik dana investasiku yang masih berjalan di TRADING. Dimana apa yang aku lakukan itu istriku tidak tau sama sekali, dia sudah cukup senang dengan  gajiku ia terima tiap bulan.dan aku tidak paksa dia menabungnya juga, karena aku yakin dia juga lebih faham.

http://finance.detik.com/read/2012/10/15/083333/2062373/458/berapa-persen-gaji-yang-harus-ditabung