Jakarta--4 Februari 2013
![]() |
| Asep Satria Yuda (SUPM Ank 14) & Istri |
Menabung merupakan aktifitas
yang terkadang sulit kita lakukan. Karena setiap orang akan berbeda-beda biaya
kebutuhan sehari-harinya. Terkadang, penghasilan yang diperoleh pun, tidak
mencukupi kebutuhannya selama sebulan. Hingga pada akhirnya besar pasak daripada
tiang.aku bekerja sebagai pegawai negeri sipil dimana berapa jumlah
gajiku bukan lah hal yang bisa menjadi rahasia lagi. Tapi setelah aku mengerti
bagaimana ketatnya persaingan hidup, aku mempunyai solusi dalam setiap masalah
financialku. Aku banyak belajar dari artikel-artikel yang menyangkut masalah
keuangan, dan hal yang lebih penting belajar dari orang-orang yang sudah faham
masalah keuangan, termasuk masalah keuangan dalam berumah tangga. Mungkin
banyak orang akan beranggapan sebuah kesalahan besar jika menyerahkan sebahagian besar atau seluruh
gajiku kepada istri tiap bulan. Tapi tidak sedikit juga orang-orang yang
mendukungku setelah mereka tau bahwa semua yang aku lakukan berorentasi pada planing
masa lalu dan berorientasi pada masa yang akan datang.
aku masih ingat
ketika aku sebelum menikah, banyak hal yang menjadi catatanku, dan itulah hal
yang sudah aku planingkan dimasa lalu:
1. Membentuk anggaran pengeluaran bulanan Ku
Pembentukan anggaran
pengeluaran bulanan ku akan sangat membantu ku memberikan guidance ke pos-pos
apa saja yang sebenarnya lebih aku butuhkan dalam waktu sebulan. Skala
prioritas menjadi landasan utama dalam memanage keuanganku sehingga aku dapat mulai melakukan kebiasaan menabung.Dan sebagian dana tabungan ini aku sisihkan untuk dana rarurat dan investasi nantinya.
2. memastikan cashflow ku dalam keadaan positif
Ketika cashflow
dalam keadaan positif ini dapat memberikan gambaran berapa sih sisa penghasilan
yang aku peroleh setiap bulannya.
3. Menentukan tujuannya untuk apa?
Penentuan tujuan
menabung ku dapat memberikan motivasi ku lebih tinggi untuk disiplin dalam
menabung. Misalnya,aku ingin menikah 4 tahun lagi. Biaya menikah sekarang 50
juta. Nah aku akan termotivasi untuk mencapai tujuan keuangan yang aku telah
tetapkan jangka waktunya.
dan aku tidak
berpikiran hanya menabung saja. Karena nilai uang ril saat ini lebih berharga
daripada esok hari. Kondisi tersebut terjadi karena nilai uang yang akan datang
akan tergerus oleh inflasi. Nah aku berpikir lebih baik, pola menabung tersebut
kuubah menjadi kebiasaaan berinvestasi untuk mengalahkan nilai inflasi yang
dapat mengerus kekuatan ril uang yang aku peroleh selama ini.
Kembali ke masalah
di atas, mengapa seluruh gajiku untuk istriku? Setiap orang mempunyai jumlah
tabungan dan investasi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan mereka. Literatur
di luar negeri mengatakan minimum tabungan & investasi adalah 10% dari
jumlah penghasilan.
Sayangnya di
Indonesia jumlah tersebut tidak cukup dikarena rata-rata inflasi 15 tahun
terakhir yang cukup tinggi. Oleh sebab itu, idealnya minimum disisiihkan
(tabungan & investasi) adalah 15% dari penghasilan. Adapun jumlah maksimal
tidak ada alias sebanyak-banyaknya. Sudah barang tentu investasi jauh lebih
baik dari menabung karena bisa “menambah” aset kita.
Nah, apa yang sudah
aku canangkan dimasa lalu (ketika belum berkeluarga) sudah aku persiapkan
dengan matang. Bahwa aku akan menyerahkan seluruh gajiku kepada istri dengan
catatan:
- Tabunganku sudah cukup
- Dana darurat sudah aku persiapkan
- Kebutuhan keluarga sudah aku penuhi, dan
- Menyiapkan dana nganggur untuk memilih investasi yang sehat
Karena semua hal diatas bisa
aku susun dengan baik dimasa lalu, sekarang setelah menikah, rasanya tidak salah jika seluruh
gaji bulanan aku serahkan kepada Istri. aku bekerja sebagai PNS lapangan, sudah
barang tentu jika aku juga terima uang transport jika dinas keluar daerah, dari
uang itulah aku memenuhi kebutuhan pribadiku, dan jika ada hal lain yang
membutuhkan uang lebih, aku tinggal tarik dana investasiku yang masih berjalan
di TRADING. Dimana apa yang aku lakukan itu istriku tidak tau sama sekali, dia
sudah cukup senang dengan gajiku ia terima tiap bulan.dan aku tidak paksa
dia menabungnya juga, karena aku yakin dia juga lebih faham.
http://finance.detik.com/read/2012/10/15/083333/2062373/458/berapa-persen-gaji-yang-harus-ditabung
